Fable Next Gen Interview: Playground Games Bongkar Perjalanan Panjang dan Filsafat RPG

Fable Next Gen InterviewFable Next Gen Interview: Playground Games Bongkar Perjalanan Panjang dan Filsafat RPG

Fable Next Gen interview menghadirkan wawasan dalam soal pengembangan reboot Fable yang ditangani oleh Playground Games bekerja sama dengan Microsoft. Menurut pengembang, proyek ini telah dikerjakan “sudah sangat lama” sejak tim memutuskan untuk membangun dunia baru yang besar dan beragam.

Dalam wawancara itu, kreator Fable versi baru menjelaskan bahwa ide awal untuk reboot lahir setelah rilis Forza Horizon 3. Pengembang Playground Games merasa punya kemampuan teknis dalam merancang dunia terbuka yang besar. Dari situ, mereka mulai mempertimbangkan genre yang sama sekali berbeda dari game balap yang mereka kerjakan sebelumnya.

Awal Konsep dan Reboot Fable

Desainer Ralph Fulton mengatakan bahwa proyek Fable bukan sekadar sekuel dari seri lama, melainkan reboot penuh dengan pendekatan baru terhadap dunia Albion. Ini berarti cerita, karakter, dan gameplay akan sepenuhnya dirancang ulang untuk era modern.

Baca Juga : Battlefield 6 Season 2: Community Update Umumkan Rencana Konten & Solo BR

Playground Games memilih untuk merombak struktur moral game klasik tersebut. Alih-alih model baik/jahat sederhana, sistem moral di Fable Next Gen didesain sebagai sesuatu yang lebih subjektif. Tindakan yang kamu lakukan akan mempengaruhi reputasi karakter di setiap wilayah. Sebuah keputusan bisa dipandang baik oleh penduduk satu kota, tetapi dipandang buruk di kota lain.

Pengembang menyebutkan bahwa ini akan membuat pengalaman bermain menjadi lebih immersive. Pemain tidak hanya dilihat sebagai “pahlawan baik” atau “penjahat jahat”. Karakter akan menjadi entitas berbeda berdasarkan reputasi yang dibentuk di wilayah tertentu.

Fokus Playground Games dan Microsoft

Microsoft memilih Playground Games karena pengalaman tim ini dalam membuat dunia terbuka yang menarik. Meski dikenal lewat seri Forza Horizon, studio ini juga punya kemampuan membuat dunia yang hidup dan kaya detail. Kolaborasi ini menghasilkan Fable yang dirancang dengan seksama tanpa kehilangan esensi cerita fantasi.

Wawancara itu juga mengungkap bahwa Fable Next Gen dibangun dengan pendekatan unik terhadap unsur cerita. Developer berusaha menangkap nuansa fairytale—kisah fantasi personal yang dekat dengan pengalaman karakter, bukan hanya konflik epik. TuanKuda

Menurut wawasan tersebut, karakter dalam game ini akan memiliki pengalaman berbeda tergantung pilihan dan reputasi mereka di dunia. Ini memberi kebebasan bagi pemain untuk membentuk cerita hero mereka sendiri.

NPC dan Dunia Albion yang Hidup

Wawancara lain menyebutkan bahwa ada banyak NPC yang dirancang dengan karakteristik unik. Setiap NPC punya nama, latar belakang, tempat tinggal, dan peran sosial dalam komunitasnya. Hal ini memberi kedalaman pada Dunia Albion yang menjadi panggung utama permainan.

Pemain bahkan dapat berinteraksi secara kompleks dengan NPC. Misalnya, mereka bisa menikah, membangun keluarga, atau bernegosiasi secara ekonomi. Ini menciptakan pengalaman RPG yang lebih luas dan dinamis dibanding game sebelumnya.

Baca Juga : FF7 Remake Intergrade Switch 2 Review: Versi Port AAA yang Mengesankan

Fitur Gameplay dan Moralitas Baru

Sistem moral di Fable Next Gen tidak lagi menampilkan perubahan fisik karakter seperti model lawas yang membuatnya bertanduk atau bersinar ketika menjadi jahat atau baik. Pengembang mengatakan sistem ini terlalu terbatas untuk visi dunia yang lebih dinamis.

Pengaruh reputasi kini bekerja berdasarkan tindakan yang dilakukan di lokasi tertentu. Jika karakter sering melakukan pengkhianatan atau pencurian di sebuah kota, reputasinya bisa berubah dan memengaruhi bagaimana warga lokal bereaksi. Sulit dianggap hanya baik atau jahat secara objektif karena reputasi itu sangat bergantung pada konteks.

By admin