Kabar pembatalan proyek Prince of Persia: The Sands of Time Remake ternyata meninggalkan luka mendalam, tidak hanya bagi penggemar, tetapi juga bagi para aktor yang terlibat. Salah satu aktor pengisi suara dalam proyek tersebut mengungkapkan rasa kecewa setelah mengetahui game itu dibatalkan secara tidak langsung.
Ia mengaku mengetahui kabar tersebut bukan dari pihak pengembang atau penerbit, melainkan dari internet. Situasi itu disebutnya sebagai pengalaman yang sangat menyakitkan.
Mengetahui Pembatalan dari Media Sosial
Dalam wawancara terbaru, aktor tersebut menjelaskan bahwa ia sama sekali tidak mendapat pemberitahuan resmi. Informasi mengenai pembatalan remake justru ia temukan saat membaca berita dan unggahan di media sosial.
Ia menggambarkan momen itu sebagai sesuatu yang “devastating” atau menghancurkan. Aktor tersebut merasa kecewa karena proyek besar yang telah dikerjakan selama ini berakhir tanpa penjelasan langsung.
Menurutnya, situasi tersebut membuat para aktor merasa kurang dihargai.
Baca Juga : Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro Bisa Capai 6GHz menurut Bocoran
Harapan Besar pada Prince of Persia Remake
Sejak diumumkan pertama kali, Prince of Persia: The Sands of Time Remake membawa harapan besar. Game ini direncanakan sebagai versi modern dari salah satu judul legendaris Ubisoft.
Banyak penggemar menantikan visual baru, gameplay yang diperbarui, serta pengalaman nostalgia. Para aktor yang terlibat juga berharap proyek ini bisa memperkenalkan kembali waralaba Prince of Persia ke generasi baru.
Karena itu, pembatalan proyek terasa semakin berat bagi mereka yang telah mencurahkan waktu dan tenaga.
Proyek yang Sempat Mengalami Banyak Masalah
Remake Prince of Persia memang dikenal bermasalah sejak awal pengembangannya. Ubisoft sempat memindahkan proyek ini dari satu studio ke studio lain. Proses tersebut membuat jadwal rilis terus mundur.
Kritik terhadap kualitas visual dan presentasi awal juga memicu reaksi negatif dari komunitas. Seiring waktu, kabar mengenai pengembangan game ini semakin jarang terdengar.
Hingga akhirnya, Ubisoft mengonfirmasi bahwa proyek tersebut tidak akan dilanjutkan. Naga Empire
Kekecewaan terhadap Minimnya Komunikasi
Aktor tersebut menyoroti kurangnya komunikasi dari pihak penerbit. Ia menilai seharusnya ada pemberitahuan langsung kepada tim yang terlibat sebelum informasi dipublikasikan secara luas.
Menurutnya, komunikasi yang lebih terbuka bisa mengurangi rasa kecewa. Para aktor setidaknya bisa memahami alasan pembatalan secara jelas.
Ia menegaskan bahwa para pengisi suara bukan hanya pekerja, tetapi juga bagian dari proses kreatif.
Dampak Emosional bagi Para Kreator
Pembatalan proyek game tidak hanya berdampak secara profesional, tetapi juga emosional. Aktor tersebut mengaku merasa kehilangan kesempatan besar dalam kariernya.
Ia juga menyebut bahwa banyak orang di balik layar turut merasakan hal serupa. Mulai dari pengembang, penulis, hingga aktor, semuanya terdampak oleh keputusan tersebut.
Hal ini menunjukkan bahwa pembatalan proyek game besar membawa konsekuensi luas.
Baca Juga : Highguard Tembus 97 Ribu Pemain Steam di Hari Pertama
Masa Depan Waralaba Prince of Persia
Meski remake The Sands of Time dibatalkan, Ubisoft masih menyatakan komitmen terhadap waralaba Prince of Persia. Beberapa proyek lain disebut masih berada dalam tahap pengembangan.
Namun, bagi aktor tersebut, pengalaman ini tetap meninggalkan kekecewaan mendalam. Ia berharap ke depan, industri game bisa lebih menghargai para kreator yang terlibat.
